Gubernur Harum Bahas Perkembangan Kawasan hingga Triwulan IV Tahun 2025

Kutim - Rapat Dewan Kawasan KEK MBTK menjadi agenda lanjutan setelah kunjungan yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim Dr. H. Rudi Mas'ud (Harum) yang membahas perkembangan kawasan hingga Triwulan IV Tahun 2025. 

Direktur PT Maloy Batuta Trans Kalimantan (PT MBTK) M. Ade Himawan menyampaikan  pada Rabu, 26 Februari 2026 bahwa KEK MBTK yang beroperasi sejak 1 April 2019 memiliki luas 557,34 Ha dengan tingkat penguasaan lahan mencapai 509,49 Ha (91,41%) serta realisasi investasi kumulatif sebesar Rp103,24 miliar dan penyerapan 325 tenaga kerja. 

Selain itu, terdapat sejumlah calon potensial investor dari dalam dan luar negeri (PMDN dan PMA) yang telah menandatangani MoU maupun menyampaikan LoI, di antaranya PT Aracord Nusantara Group Tbk, PT Palm Tree Energy Conversion, PT Trinusa Jaya Prima, dan PT Prima Nusantara Indosentosa dari dalam negeri, serta Hongshi Holding Group dan Limes Renewable Energy yang merupakan investor asing. Potensi tersebut menunjukkan minat yang kuat terhadap pengembangan industri hilir, logistik, energi terbarukan, hingga industri kimia di KEK MBTK.

Menanggapi paparan tersebut, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memperkuat kelembagaan dan percepatan pengembangan kawasan. Langkah strategis yang akan dilakukan meliputi percepatan appraisal lahan, serta dukungan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari penyertaan modal daerah. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menegaskan komitmennya dalam memastikan pasokan bahan baku hilirisasi sesuai Perda Provinsi Kaltim Nomor 7 Tahun 2018 tentang kewajiban suplai minimal 70% produk untuk industri hilir daerah.

Sementara itu, Gubernur Harum menegaskan bahwa KEK MBTK merupakan Proyek Strategis Nasional yang harus dikelola dengan tata kelola yang profesional dan berbasis bisnis yang terukur. KEK MBTK diharapkan menjadi lokomotif perekonomian daerah, penggerak utama hilirisasi industri, sekaligus pintu gerbang logistik internasional. Oleh karena itu, Gubernur Harum menekankan pentingnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana kawasan, percepatan pemanfaatan SPAM KEK MBTK, serta penguatan peran BUPP dalam menarik investor strategis yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara nyata.

Dalam aspek kepelabuhanan, Gubernur Harum juga mendorong penataan operasional pelabuhan agar lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk pengembangan jaringan pipa untuk mendukung kegiatan loading pelaku usaha. Koordinasi antar perangkat daerah dan instansi terkait akan terus diperkuat guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung kawasan. Secara prinsip, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan solusi strategis demi mempercepat transformasi KEK MBTK sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing dan berkelanjutan.

#KTMBS 
#BUMDKaltim
#Sinergi
#Akselerasi
#Aksi